© KKNT IDBU 22 Tembalang

Kuda lumping, atau jaran kepang/jathilan, adalah tarian tradisional Jawa yang menggambarkan prajurit menunggang kuda. Di Jurang Blimbing, Paguyuban “Turonggo Tunggak Semi” menjadi penjaga warisan ini melalui pertunjukan rutin, seperti peringatan Hari Kemerdekaan, serta undangan acara masyarakat. Pertunjukan kerap berpadu dengan Karawitan Budi Laras dan Kethoprak Sri Mulyo, menyesuaikan tema acara agar tetap menarik. Fleksibilitas ini membuat kesenian kuda lumping terus eksis hingga kini.Kamu bisa menemukan mereka di CFD Tembalang.

Kesenian Kuda Lumping Turangga Tunggak Semi ini dibawakan dari Demak oleh Mbah Sargi pada tahun 70-an. Turangga Tunggak Semi memiliki arti kesenian kuda lumping yang tidak akan tumbang dan akan bersemi atau bertumbuh lagi walaupun diputus generasinya. Asal Usul kesenian Kuda Lumping Turangga Tunggak Semi berasal dari kisah Prabu Kelono Suwodhono dan pasukan kudanya melawan raksasa Buto Ijo.